Banyaknya perbedaan
pendapat tentang cara menilai pada kurikulum 2013 membuat kebingungan para guru
di lapangan. Guru merasa bahwa tuntutan penilaian pada kurikulum 2013
menyusahkan guru. Dari pengamatan penulis, guru bahkan merasa “give up” alias
menyerah dengan tuntutan penilaian kurikulum 2013. Bagimana tidak,setiap
satu pembelajaran (1 hari untuk SD) berdasarkan petunjuk pedoman penilaian dari
pemerintah dan pedoman pada buku guru, disarankan melakukan penilaian aspek
sikap, pengetahuan dan keterampilan secara simultan. Perubahan paradigma
menilai ini mensyaratkan guru untuk melakukan kontrol secara penuh terhadap
aktivitas pembelajaran.
Pengalaman penulis
melakukan penilaian otentik, dalam satu siklus pembelajaran penilaian dilakukan
minimal 3 kali bergantung jumlah aktivitasnya, ini artinya setiap aktivitas
pembelajaran guru harus menuliskan hasil penilaian dalam Lembar record penilaian.
Kesiapan guru dan pengetahuan guru tentang bagaimana menilai secara otentik di
tantang dalam kurikulum 2013. Banyak guru yang belum sepenuhnya siap dengan
perubahan cara dan metode penilaian yang diisyaratkan oleh kurikulum, sehingga
masih ada kecendrungan guru menilai hanya pada ranah kognitif saja. Padahal,
tuntutan kurikulum 2013 mensyaratkan penilaian aspek sikap, pengetahuan dan
keterampilan dilakukan secara holistik, dan komprehensif.
Perdebatan tentang
bagaimana melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan melakukan
penilaian otentik nampaknya masih akan terus berlanjut sampai ditemukannya
format yang sesuai. Sampai saat ini masih banyak perdebatan berkisar tentang
bagaimana “benang merah” antara pembelajaran tematik terpadu dengan sistem penilaian
berbasis kompetensi. Buku pedoman penilaian dari pemerintah pun masih
cendrung membingungkan para guru di lapangan. Dari segi pedoman saja muncul dua
versi yang masing-masing mempersepsikan berbeda.
Sebagai contoh, pada
defenisi tentang ulangan harian, buku versi-1 menyatakan bahwa ”ulangan
harian merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik (kata
periodik tidak ada penjelasan rinci). Sedangkan pada buku pedoman versi-2
menyatakan bahwa “ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara
periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu
sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk
mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan”.
Contoh lain pada
penulisan buku rapor. Pada buku pedoman penilaian versi-1 memunculkan
kompetensi yang di nilai dan keputusan tentang kenaikan kelas masih ada,
sedangkan pada buku pedoman versi-2 tidak memunculkan kompetensi
yang di nilai (hanya deskripsi saja), juga keputusan kenaikan tidak
dimunculkan. Masih banyak lagi persepsi yang berbeda yang perlu dicermati dan
dikritisi.
ass, dari berbagai persepsi dan pandangan tentang penerapan kurikulum 2013 manakah yang lebih sesuai dengan keadaan sekolah ibu dan uapaya apa yang telah dilakukan dalam mengatasi masalah penerapan tersebut?
BalasHapusKurikulum 2013 sdh mulai di terapkan d Sekolah sy, namun pelaksanaannya blm maksimal. Hal ini di sebabkan oleh lambatnya pendistribusian buku jg karena kurangnya kemauan dan kemampuan pendidik dakam nenguasai IT
BalasHapusAda banyak kendala yang terjadi dalam kurikulum 2013 diantara buku yang belum ada di setiap sekolah, sarana dan prasarana.apakah kurikulum 2013 sudah di terapkan di semua sekolah khususnya di daerah terpencil??
BalasHapusbantu menjawab bu rika, k13 memang sudah di sosialisaikan ketiap daerah tetapi tidak semua sekolah yang sudah menggunakan k13 dengan alasannya masing2. tapi bila sebuah sekolah terpencil dan sudah memakai k13 menjadi sebuah kebanggaan karena mereka daerah terpencil saja bisa menggunakan k13, bagaimana sekolah yg ada di kota besar?
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusPerlunya pelatihan K13 secara berkala agar permasalahn yang dihadapi guru saat ini tentang K13 dapat diatasi.
BalasHapusMulyasa (2013:48) mengungkapkan Sosialisasi dalam implementasi kurikulum sangat penting dilakukan, agar semua pihak yang terlibat dalam implementasinya di lapangan paham dengan perubahan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga mereka memberikan dukungan terhadap perubahan kurikulum yang dilakukan.
BalasHapusArtinya semua pihak harus berperan sesuai tupoksi masing-masing bukan hanya guru saja sehingga kurukulum 2013 ini dpt terlaksana dengan baik
implementasi kurikulum 2013 diharapkan guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum 2013.
BalasHapussalah satu permasalahan pada pelaksanaan kurikulum 2013 adalah Metode penilaian sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa.
BalasHapusaslmkum ... Menurut kk bagaimana sebaiknya agar permasalahan2 yang dihadapi Guru saat ini tentang k13 itu bisa atasi?
BalasHapusAssalamualaikum bu Rika,sangat menarik artikel yang ibu tuliskan,menurut pandangan saya pelaksanaan kurikulum 2013 ini sangat perlu adanya komitmen bersama dari sekolah pelaksana untuk selalu terus belajar dan berinovasi demi mencapai tujuan
BalasHapusAssalamu'alaikum buk Rika....untuk penilaian kita pedomani saja buku Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar (SD).pdf
BalasHapusAspek penilaian merupakan aspek yg dianggap sulit dan rumit bagi guru, terutama bagi guru yg tidak pernah sama sekali mendapat pelatihan tentang K13. Menurut anda solusi apa yg bisa anda tawarkan agar kendala ini bisa teratasi
BalasHapusBetul kata ibuk suci aspek penilaian merupakan aspek yg sangat sulit dan rumit bagi guru,namun dengan adanya Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas. Jadi siap ngak siap kita harus siap๐๐๐
BalasHapusPenilaian merupakan hal yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar atau paska pmb, namun guru harus tetap profesional memegang pedoman prinsip - prinsip penilaian terlebih pada K13 nilai dikonversi dengan diskripsi .
BalasHapusKurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
BalasHapusmengacu pada permasaahan-permasalahan tersebut ,pastinya pemerintah harus mengubh atau pling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013 ini,jika yang ingin di capai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling bnyk di harapkan pada sekolah dasar akan lebih baik jika dlm penilaian juga tidak terlalu di pusingkan dengan format-format penilaian yg menyulitkan,dan dalam hal ini juga guru ke dpannya di tuntut tidak hanya cerdas tetapi juga adaptip terhadap perubhan kurikulum 2013 ini,trma ksih...
BalasHapusPerubahan kurikulum akan sukses jika guru juga mau berubah. Adakalanya guru sulit berubah sesuai dengan kurikulum baru karena merasa cara lama lebih nyaman dan mudah.
BalasHapusAspek penilaian merupakan aspek yang terpenting dari k13
BalasHapusKurikulum berubah,tenaga pendidik pun harus berubah cara mengajarnya dan disesuaikan dengan perbahan perkembangan zaman sekarang ini...wslm....
BalasHapusBagaimana penerapan kurikulum dalam pembelajaran?apakah kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan keadaan sekolah padahal setiap sekolah mempunyai keadaan yang berbeda?
BalasHapusThe Roulette Demo Play online - Thakasino matchpoint matchpoint ์นด์ง๋ ธ ์นด์ง๋ ธ dafabet dafabet 7264Slots Craze Facebook Site - Casino still casino
BalasHapus